SAMPAH MENJADI SAKSI HIDUP KAMI
sumber gambar:
https://www.liputan6.com/news/read/4223702/foto-4-juta-pemulung-terkena-dampak-covid-19?page=1
https://news.act.id/berita/berbagi-kebahagiaan-kurban-untuk-pemulung-di-tpa-bakun
Penulis : Friscilya Anastasya
Siswi SMK Negeri 1 Pangkalpinang
Bagaimana perasaan kalian setelah melihat gambar diatas ini?Pasti hati kalian tergugahkan. Tapi, itu merupakan salah satu gambaran banyaknya sampah di Indonesia yang didaratan belum lagi yang dilautan. Wah, rasanya hal ini bagi bangsa Indonesia sudah menjadi permasalahan yang biasa saja ya. Masyarakat sebenarnya sudah tahu bagaimana cara mengatasinya tapi, kesadarannya saja yang tidak ada. Ketidak pedulian dan sikap bodo amat yang meliputi dijiwa mereka. Sehingga masyarakat bawah (miskin) yang menjadi garda terdepan dalam menghadapi sampah yang menumpuk di TPA.
Bagi kebanyakan masyarakat menengah ke atas sampah adalah masalah namun, bagi masyarakat bawah sampah adalah rezeki. Mereka tidak menghiraukan bau serta penyakit apa yang sudah menunggu untuk menyerang mereka.
Yang hanya mereka pikirkan bagaimana kami bisa melanjutkan hidup.
Mungkin yang kita tahu TPA (Tempat Pembuangan Akhir) merupakan tempat yang tidak akan kalian kunjungi namun, sekarang TPA adalah rumah bagi masyarakat bawah yang berusaha bekerja dengan halal namun, tidak akan dihargai oleh bangsanya sendiri.
Mulai dari anak kecil sampai lansia pun tinggal di TPA mereka menjalani hidup seperti masyarakat biasa yang sangat sudah terbiasa dengan bau busuk, lalat beterbangan, tikus dan hewan-hewan kecil lainnya. Bahkan bagi anak kecil TPA merupakan arena bermain bagi mereka.
sumber gambar
https://www.republika.co.id/berita/q20u4a314/anak-penjaringan-bermain-di-tempat- pembuangan-sementara
Berita- berita yang bererdar tentang hal ini seharusnya ditindak lanjuti oleh pemerintah. Hal ini merupakan salah satu kelalaian pemerintah serta warga negara bangsa Indonesia dalam mewujudkan pemerataan penduduk dan menyebabkan kesenjangan sosial antar warga negara Indonesia.
Langkah kecil yang dapat menjadi awal mengatasi serta membantu sebagian warga Indonesia yaitu dengan mengurangi sampah dikehidupan kita sehari-hari dengan menggunakan tempat ataupun wadah yang dapat kita gunakan kembali. Selain itu dalam bidang pendidikan harus dikembangkan mata pelajaran yang membahas tentang cara mengatasi sampah serta membuat kerajinan dari sampah yang dapat membuat nilai jual di barang tersebut. Serta memberikan edukasi kepada masyarakat serta anak-anak bahwa sebagain warga di Indonesia yang tinggal di TPA bukan untuk kita hina tapi harus kita bantu agar sesuai dengan peribahasa kita
''Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh" .
Komentar
Posting Komentar